Banjarmasin (ANTARA News) - Tiga anak imam masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) tewas terpanggang dalam peristiwa kebakaran pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 Wita. Informasi yang dihimpun ANTARA News, dari lokasi kejadian, menyebutkan saat api berkobar membakar lima rumah di Gang Rahmad Rt.6 Banjarmasin, ketiga anak beserta ibunya itu sedang terlelap tidur. Sementara ayahnya, Juliansah, yang bertugas sebagai kaum dan imam Masjid Sultan Suriansyah saat kejadian kebakaran diduga sedang berada di masjid. Ketiga anak yang bernasib naas tersebut, masing-masing, Rahmad Husairi Supriyanto (10), Rasyid Sulaiman (7) dan Hayatun Nufus (3). Sedangkan ibu ketiga anak tersebut, Sabtiningsih (33) kendati jiwanya bisa diselamatkan, namun kondisinya sangat memprihatinkan, karena mengalami luka bakar yang cukup serius. Menurut Ketua RT.6 H.Norman, saat ini ketiga jenazah dibawa ke Rumah sakit Ulin Banjarmasin untuk kepentingan otopsi, dan ibunya langsung mendapatkan perawatan tim medis. Seluruh korban, tambahnya, baru enam bulan tinggal di rumah itu, karena sebelumnya mereka tinggal di Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). "Sebelumnya korban lama tinggal di Gang Rahmad, namun kemudian pergi ke Kapuas, hingga suaminya mendapatkan tanggungjawab mengurus masjid, baru kembali dijemput dan tinggal di rumahnya," tambahnya. Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran yang dengan cepat menghanguskan lima rumah warga tersebut. Aparat kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan. Selain ketiga korban tewas tersebut, Anang Kaderi (55) warga Rt.15 dikabarkan juga meninggal dunia, karena terlalu capek memukul lonceng saat terjadinya kebakaran. "Korban tewas tambah satu lagi, baru saja meninggal pukul 01.00 Wita, karena terlalu capek memukul lonceng saat kebakaran terjadi," kata beberapa anggota pemadam kebakaran yang hingga tengah malam masih siaga. (*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2008