counter

Sumbangsih Grab terhadap perekonomian Makassar Rp4,2 triliun 2018

Sumbangsih Grab terhadap perekonomian Makassar Rp4,2 triliun 2018

Ekonom yang juga mantan Menteri Perdagangan dan Menteri Pariwisata Prof Mari Elka Pangestu pada Diskusi Publik tentang Manfaat Ekonomi Digital di Makassar, Selasa (06/08/2019). ANTARA Foto/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Sumbangsih transportasi daring, Grab terhadap perekonomian di Kota Makassar mencapai Rp4,2 triliun pada 2018 berdasarkan hasil riset Tenggara Strtategics dan lembaga survei ekonomi CSIS.

"Dari empat lini usaha Grab yang disurvei, GrabCar yang mendominasi dengan sumbangan Rp1,92 triliun dari total sumbangan terhadap perekonomian Kota Makassar," kata Ekonom Stella KUsumawardhani dari Tenggara Strategics pada Diskusi Publik tentang Ekonomi Digital di Makassar, Makassar, Selasa.

Menurut dia, dari sampel 658 responden yang memberikan jawaban, GrabCar dinilai lebih mendominasi memberikan sumbangsih terhadap perekonomian di Kota Makassar, kemudian menyusul GrabBike dengan nilai Rp1,85 triliun.

Pada posisi ketiga tercatat GrabFood dengan konstribusi Rp379 miliar dan terakhir Kudo sebesar Rp43 miliar.

Dengan fenomena itu, lanjut Stella, juga telah memberikan dampak positif bagi pendapatan para sopir GrabBike dan GrabCar di Makassar dengan masing-masing presentase 205 persen (Rp3,8 juta) dan 135 persen (5,9 juta) per bulan setelah bermitra dengan Grab.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama ekonom yang juga mantan menteri perdagangan Prof Mari Elka Pangestu mengatakan, ekonomi digital telah memberikan konstribusi bagi perekonomian di Indonesia sedikitnya sekitar tujuh persen.

Dia mengatakan, memang konstribusi ini masih terbilang sedikit di bandingkan sektor lainnya, namun seiring dengan perkembangan teknologi, maka ekonomi digital akan terus berkembang, terbukti lima tahun terakhir sudah dapat dirasakan pemanfaatannya di segala sektor kehidupan.

Hanya saja, Guru Besar Universitas Indonesia ini mengingatkan untuk juga mewaspadai adanya "cyber crime" yang mengikuti perkembangan ekonomi digital seperti "e-commerse dan Fintech" di lapangan.

Perjualbelian data, penipuan dengan jejaring keuangan digital dan sebagainya menjadi tantangan dalam menjalankan ekonomi digital.

"Karena itu, masyarakat harus bijak dan cerdas menelaah informasi yang diperolehnya, termasuk informasi keuangan apakah informasi itu valid atau hanya hoax," katanya.

Baca juga: Grab dinilai inovatif dalam fitur keamanan dan keselamatan

Baca juga: Grab Indonesia dapat pendanaan dari SoftBank
Ekonom yang juga mantan Menteri Perdagangan dan Menteri Pariwisata Prof Mari Elka Pangestu pada Diskusi Publik tentang Manfaat Ekonomi Digital di Makassar, Selasa (06/08/2019). ANTARA Foto/Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jemaah haji kloter I tiba di Makassar dengan jumlah lengkap

Komentar