Lumajang bangun pengendali lahar percepat mitigasi bencana Semeru
- 7 Februari 2026
Debu vulkanis dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menutupi atap bangunan-bangunan dan pepohonan di Desa Boru, Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11/2024). Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Senin (11/11) siang, pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 12.200 dari sejumlah desa di zona bahaya radius sembilan kilometer dari pusat erupsi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Kolom asap bercampur abu erupsi keluar dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki terlihat dari Desa Pululera di Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11/2024). Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Senin (11/11) siang, pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 12.200 dari sejumlah desa di zona bahaya radius sembilan kilometer dari pusat erupsi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Debu vulkanis dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menutupi atap bangunan-bangunan dan pepohonan di Desa Boru, Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11/2024). Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Senin (11/11) siang, pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 12.200 dari sejumlah desa di zona bahaya radius sembilan kilometer dari pusat erupsi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.