Pemkot Mataram imbau warga waspada cuaca ekstrem selama tiga hari
- 24 Februari 2026
Sebuah mobil menimpa mobil lainnya pascabanjir di Mataram, NTB, Senin (7/7/2025). Pemerintah Kota Mataram Provinsi NTB menyatakan banjir yang melanda pada Minggu (6/7/2025) mengakibatkan sebanyak 7.676 rumah terendam, 7.676 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30.681 jiwa mengungsi dan satu orang meninggal dunia karena tersengat listrik di Ampenan. ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama/sgd/agr
Sebuah mobil terseret banjir di sungai di Mataram, NTB, Senin (7/7/2025). Pemerintah Kota Mataram Provinsi NTB menyatakan banjir yang melanda pada Minggu (6/7/2025) mengakibatkan sebanyak 7.676 rumah terendam, 7.676 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30.681 jiwa mengungsi dan satu orang meninggal dunia karena tersengat listrik di Ampenan. ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama/sgd/agr
Bangunan rusak dan mobil terseret ke sungai pascabanjir di Mataram, NTB, Senin (7/7/2025). Pemerintah Kota Mataram Provinsi NTB menyatakan banjir yang melanda pada Minggu (6/7/2025) mengakibatkan sebanyak 7.676 rumah terendam, 7.676 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30.681 jiwa mengungsi dan satu orang meninggal dunia karena tersengat listrik di Ampenan. ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama/sgd/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.