TNI AL berencana geser 4 KRI kelas parchim dari Armada II ke Armada I
- 30 September 2024
Sejumlah KRI sandar saat berlangsung upacara alih bina Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/2/2026). TNI AL melaksanakan alih bina KRI, antara lain KRI Dewaruci-700, KRI Arung Samudera-930, KRI P.Rengat-711 dan KRI P.Rupat-712 dari Koarmada II ke Koarmada I, sertaKRI Fatahilah-361 dan KRI Malahayati-362 dari Koarmada III ke Koarmada I untuk menata kekuatan, mengoptimalkan pola operasi, dan memastikan kesiapan unsur-unsur TNI AL. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.
Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata (kiri) melakukan sikap hormat saat upacara alih bina Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di atas KRI Dewa Ruci di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/2/2026). TNI AL melaksanakan alih bina KRI, antara lain KRI Dewaruci-700, KRI Arung Samudera-930, KRI P.Rengat-711 dan KRI P.Rupat-712 dari Koarmada II ke Koarmada I, sertaKRI Fatahilah-361 dan KRI Malahayati-362 dari Koarmada III ke Koarmada I untuk menata kekuatan, mengoptimalkan pola operasi, dan memastikan kesiapan unsur-unsur TNI AL. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.
Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata (kiri) menyaksikan Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Haris Bima Bayuseto (keempat kanan), Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya (ketiga kanan), dan Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin (kedua kanan) menandatangani berita acara alih bina Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di atas KRI Dewa Ruci di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/2/2026). TNI AL melaksanakan alih bina KRI, antara lain KRI Dewaruci-700, KRI Arung Samudera-930, KRI P.Rengat-711 dan KRI P.Rupat-712 dari Koarmada II ke Koarmada I, sertaKRI Fatahilah-361 dan KRI Malahayati-362 dari Koarmada III ke Koarmada I untuk menata kekuatan, mengoptimalkan pola operasi, dan memastikan kesiapan unsur-unsur TNI AL. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.