Jepang siapkan 2 juta dolar AS untuk identifikasi korban bencana Nepal
- 2 jam lalu
Warga melintas di jalan kampung yang terendam banjir di Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten sebanyak 16 desa dari lima kecamatan terdampak banjir akibat hujan lebat pada Selasa (3/3). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/YU
Sejumlah anak bermain air saat banjir di Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten sebanyak 16 desa dari lima kecamatan terdampak banjir akibat hujan lebat pada Selasa (3/3). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/YU
Pengurus pondok memindahkan barang milik santri yang terendam banjir di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Anas Bin Malik di Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). Aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren tersebut terhenti karena terendam banjir setinggi 50 centimeter hingga satu meter karena jebolnya tanggul Sungai Dengkeng akibat curah hujan tinggi pada Selasa (3/3). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/YU
Pengurus pondok memindahkan barang milik santri yang terendam banjir di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Anas Bin Malik di Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). Aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren tersebut terhenti karena terendam banjir setinggi 50 centimeter hingga satu meter karena jebolnya tanggul Sungai Dengkeng akibat curah hujan tinggi pada Selasa (3/3). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/YU
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.