Video
OJK longgarkan SLIK, MBR tetap bisa akses rumah subsidi
- 13 April 2026
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani (ketiga kanan), berbincang bersama Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady (kedua kanan) dengan didampingi Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo (kiri), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (kedua kiri) dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie (kanan) saat peninjauan lokasi pengembangan hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Danantara akan membangun tiga juta hunian di tanah seluas 30 hektare tersebut yang merupakan program prioritas presiden bagi MBR. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wpa.
Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo (tengah) bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (kedua kiri), CEO Danantara Rosan Roeslani (ketiga kanan), pendiri Lippo Mochtar Riady (ketiga kiri), Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady (kanan) Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman (kiri) menekan tombol dalam peninjauan lokasi pengembangan hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Danantara akan membangun tiga juta hunian di tanah seluas 30 hektare tersebut yang merupakan program prioritas presiden bagi MBR. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wpa.
Peninjauan lokasi hunian MBR di Cikarang. Foto udara suasana proyek pengembangan hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Danantara akan membangun tiga juta hunian di tanah seluas 30 hektare tersebut yang merupakan program prioritas presiden bagi MBR. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/nzANTARA FOTO/Darryl Ramadhan (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.