Komnas HAM dorong pemerintah prioritaskan perlindungan sipil di Papua
- 2 jam lalu
Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Uli Parulian Sihombing (kiri) dan Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Pramono Ubaid Tanthowi (kanan) bersiap meninggalkan ruangan usai menyampaikan keterangan terkait penyampaian temuan awal dan rekomendasi pelaksanaan dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (15/6/2026). Komnas HAM meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG setelah mempertimbangkan berbagai catatan, di antaranya soal penerima manfaat yang terlalu luas yang berpotensi mengganggu kualitas, hingga persoalan transparansi dan pengawasan yang perlu diperbaiki. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Pramono Ubaid Tanthowi (kanan) dan Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Uli Parulian Sihombing (kiri) menyampaikan keterangan terkait penyampaian temuan awal dan rekomendasi pelaksanaan dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (15/6/2026). Komnas HAM meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG setelah mempertimbangkan berbagai catatan, di antaranya soal penerima manfaat yang terlalu luas yang berpotensi mengganggu kualitas, hingga persoalan transparansi dan pengawasan yang perlu diperbaiki. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan keterangan terkait penyampaian temuan awal dan rekomendasi pelaksanaan dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (15/6/2026). Komnas HAM meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG setelah mempertimbangkan berbagai catatan, di antaranya soal penerima manfaat yang terlalu luas yang berpotensi mengganggu kualitas, hingga persoalan transparansi dan pengawasan yang perlu diperbaiki. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.