Gerakan nasional verifikasi arah kiblat diikuti di 725 ribu lokasi
- 17 Juli 2026
Petugas Kementerian Agama mengamati bayangan Matahari saat fenomena Rashdul Kiblat di halaman Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026). Fenomena astronomi tahunan ketika Matahari berada tepat di atas Ka'bah tersebut dimanfaatkan untuk memastikan dan mengoreksi arah kiblat secara akurat agar menghadap ke Ka'bah di Makkah sebagai pedoman pelaksanaan ibadah salat umat Islam. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz
Pengurus DKM Al Wasilah mengukur arah kiblat menggunakan alat tradisional di area terbuka lantai atas bangunan di Kampung Cintarasa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026). Kementerian Agama mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, saat Matahari tepat berada di atas Ka'bah, untuk memastikan arah kiblat rumah dan tempat ibadah secara akurat tanpa alat khusus yang hanya terjadi dua kali dalam setahun. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat Khairul Azhar (kanan) mengukur arah kiblat pada Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 di halaman Masjid Nurul Huda, Desa Kampung Belakang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (15/7/2026). Kementerian Agama mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat pada 1516 Juli 2026 pukul 16.27 WIB untuk memverifikasi, mengkalibrasi, dan meluruskan arah kiblat sebagai acuan pelaksanaan shalat. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz
Petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat mengarahkan kompas saat mengukur arah kiblat pada Gerakan Nasional indonesia Berkiblat 2026 di Masjid Nurul Huda Desa Kampung Belakang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (15/7/2026). Kementerian Agama mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat pada 1516 Juli 2026 pukul 16.27 WIB untuk memverifikasi, mengkalibrasi, dan meluruskan arah kiblat sebagai acuan pelaksanaan shalat. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.