Jembatan Ampera ditetapkan sebagai cagar budaya nasional
- Kemarin 18:52
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). Kementerian Kebudayaan menetapkan Jembatan Ampera Palembang yang dibangun pada tahun 1962 sepanjang 1.117 meter, lebar 22 meter itu sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat pelindungan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai penting bagi sejarah ilmu pengetahuan pendidikan, agama, dan kebudayaan bangsa. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). Kementerian Kebudayaan menetapkan Jembatan Ampera Palembang yang dibangun pada tahun 1962 sepanjang 1.117 meter, lebar 22 meter itu sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat pelindungan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai penting bagi sejarah ilmu pengetahuan pendidikan, agama, dan kebudayaan bangsa. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). Kementerian Kebudayaan menetapkan Jembatan Ampera Palembang yang dibangun pada tahun 1962 sepanjang 1.117 meter, lebar 22 meter itu sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat pelindungan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai penting bagi sejarah ilmu pengetahuan pendidikan, agama, dan kebudayaan bangsa. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). Kementerian Kebudayaan menetapkan Jembatan Ampera Palembang yang dibangun pada tahun 1962 sepanjang 1.117 meter, lebar 22 meter itu sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat pelindungan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai penting bagi sejarah ilmu pengetahuan pendidikan, agama, dan kebudayaan bangsa. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.