Wamenko perkuat sinergi tangani 10.000 hektare karhutla di Kalsel
- 3 jam lalu
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan Agus Erwan (tengah) bersama petugas lapangan memantau habitat bekantan (Nasalis larvatus) dan satwa lainnya di Area Preservasi, Desa Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/9/2026). BKSDA Kalsel memperketat patroli dan pemantauan seiring meningkatknya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau yang berpotensi mengganggu ekosistem dan satwa liar khususnya habitat bekantan Kalimantan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/agr
Seekor lutung (Genus presbytis) atau bahasa lokal monyet hirangan menggendong anaknya bertengger di pohon saat patroli habitat bekantan dan satwa lainnya di Area Preservasi, Desa Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/9/2026). BKSDA Kalsel memperketat patroli dan pemantauan seiring meningkatknya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau yang berpotensi mengganggu ekosistem dan satwa liar khususnya habitat bekantan Kalimantan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/agr
Seekor bekantan (Nasalis larvatus) bertengger di pohon saat patroli habitat bekantan dan satwa lainnya di Area Preservasi, Desa Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/9/2026). BKSDA Kalsel memperketat patroli dan pemantauan seiring meningkatknya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau yang berpotensi mengganggu ekosistem dan satwa liar khususnya habitat bekantan Kalimantan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Terima kasih atas waktu Anda.