Tiga terdakwa kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan hadapi sidang putusan
- 3 menit lalu
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Saiful Bahri Siregar (keempat kanan) memberi keterangan terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan di Lampung saat konferensi pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Kejagung menyita Rp1.003.184.000.000 dan 166 ribu dolar AS dari PT Pemuka Saksi Manis Indah (PSMI) terkait penanganan perkara dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan perkebunan di area PT Inhutani V, Lampung. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Saiful Bahri Siregar (kedua kanan) memberi keterangan terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan di Lampung saat konferensi pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Kejagung menyita Rp1.003.184.000.000 dan 166 ribu dolar AS dari PT Pemuka Saksi Manis Indah (PSMI) terkait penanganan perkara dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan perkebunan di area PT Inhutani V, Lampung. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Seorang petugas berjaga di dekat barang bukti uang hasil sitaan terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan di Lampung saat konferensi pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Kejagung menyita Rp1.003.184.000.000 dan 166 ribu dolar AS dari PT Pemuka Saksi Manis Indah (PSMI) terkait penanganan perkara dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan perkebunan di area PT Inhutani V, Lampung. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.