Foto
Foto: Surat Terbuka untuk Presiden tentang kasus penyiraman air keras
- 17 April 2026
Pendiri Omah Munir sekaligus istri mendiang aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati (tengah) bersama Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Andriyani (kiri) dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid (kanan) membacakan surat terbuka untuk presiden di hadapan wartawan di Jakarta, Kamis (26/4/2018). Surat terbuka tersebut untuk mendesak Presiden RI agar segera menemukan, mengumumkan dan memberikan hasil penyelidikan dokumen TPF Munir. (ANTARA /Muhammad Adimaja)
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.