Ini langkah BPOM jika vaksin COVID-19 berisiko tinggi

ANTARA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengevaluasi kandidat vaksin COVID-19 secara ketat dan mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat sebelum menerbitkan otorisasi penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA). Walaupun begitu, menurut Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM Togi J Hutadjulu, Rabu (28/10), jika setelah imunisasi terjadi efek samping berisiko tinggi maka dapat dilakukan sejumlah langkah. (Kemenkominfo/Fadzar Pangestu/Andi Bagasela/Nusantara Mulkan)