Bisnis peralatan rumah tangga bekas menjamur di Afghanistan

ANTARA - Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada pertengahan Agustus, meningkatnya kemiskinan dan pengangguran di negara itu telah memicu menjamurnya bisnis perdagangan peralatan rumah tangga dan barang bekas. Kesengsaraan ekonomi melanda negara miskin tersebut menyusul pembekuan aset bank sentral Afghanistan senilai lebih dari 9 miliar dolar AS oleh Amerika Serikat, serta penghentian kucuran dana oleh Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.(XINHUA/Siti Zulaikha/Andi Bagasela/Sizuka)