Peneliti: Tata kelola ibu kota baru agar tidak merusak hutan

ANTARA - Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Syafuan Rozi pada Kamis (28/10) mengingatkan pentingnya pengelolaan tata ruang dan lahan dalam pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur karena berisiko terhadap kerusakana hutan. Untuk itu, ia menyarankan tata kelola ibu kota baru Indonesia nantinya dapat ramah lingkungan tidak terlalu banyak membabat hutan Kaltim. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur, HM Aswin, menyatakan diskusi mengenai hal tersebut masih dilakukan dan Bappeda siap membantu baik di lapangan maupun data. (Rina Nur Anggraini/Agha Yuninda Maulana/Anom Prihantoro)