ANTARA - Jepang memulai putaran ke-18 pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir akibat kecelakaan nuklir Fukushima 2011 pada Jumat (6/3). Meski Jepang menyebut air limbah telah diolah, kebijakan pembuangan masih menuai penolakan dari nelayan dan komunitas internasional.
(XINHUA/Hilary Pasulu/Arif Prada/I Gusti Agung Ayu N)

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.