ANTARA - Perang di Timur Tengah mulai menunjukkan efeknya di dalam negeri. Namun di tengah gejolak perang dan ancaman kelangkaan energi, pemerintah masih sanggup memprioritaskan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat, dengan tidak menaikkan harga BBM.

Hal berbeda terjadi pada negara tetangga seperti di Thailand dan Filipina. Di mana harga bahan bakar terpaksa dinaikkan sebagai dampak langsung krisis energi global.

Untuk mengatasi krisis energi di dalam negeri, pemerintah Indonesia menggunakan langkah yang lebih humanis. Tak hanya menunda kenaikkan harga BBM, pemerintah juga memberlakukan skema work from home atau WFH bagi aparatur sipil negara di pusat maupun daerah, serta BUMN.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kebijakan yang berlaku mulai 1 April ini diperkirakan dapat menghemat konsumsi BBM masyarakat dan mengefisiensikan APBN. Seberapa besar dampaknya? Selengkapnya dalam PerANTARA! (Roy Rosa Bachtiar/Nabila Annisa Charisty/Aloysius Puspandono/Syamsul Rizal/Arif Prada/Farah Khadija)

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.