ANTARA - Lonjakan kasus campak di Sumatera Selatan pada 2026 dipicu oleh rendahnya cakupan imunisasi pada selama masa pandemi COVID-19 yang lalu. Analisa ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, menanggapi angka suspek campak yang mencapai 1.500 kasus lebih, di mana 400 kasus di antaranya adalah kasus positif campak yang dialami kelompok anak usia rentan. (Winda Tri Agustina/Rizky Bagus Dhermawan/Rinto A Navis)
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.