ANTARA - Perusahaan camilan terkenal asal Jepang, Calbee, melakukan perubahan radikal dalam bisnis mereka akibat konflik yang masih berkecamuk di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz membuat pasokan Nafta yang menjadi bahan baku kemasan makanan pun kian sulit, sehingga memaksa Calbee memutar otak dengan menghilangkan kemasan berwarna untuk sementara waktu dari lini produksi mereka. (XINHUA/Roy Rosa Bachtiar/Satrio Giri Marwanto/Hilary Pasulu)

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.