ANTARA - Departemen Kehakiman Amerika Serikat menilai UCLA gagal menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi mahasiswa Yahudi dan Israel. Gugatan dilayangkan setelah aksi pro-Palestina di kampus memicu dugaan diskriminasi dan antisemitisme. UCLA membantah tuduhan tersebut dan menyatakan telah mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah itu. (XINHUA/I Gusti Agung Ayu N/Denno Ramdha Asmara/Hilary Pasulu)
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.