ANTARA - Masyarakat Pulau Teon, Pulau Nila, dan Pulau Serua punya gaya tersendiri dalam mengolah inasua. Istilah yang mereka sebut pun berbeda. Di Teon, inasua juga disebut inamasni serta inamanna. Selain garam, bahan seperti sageru alias cuka dari nira juga ditambahkan ke ikan. Di Nila, fermentasi hanya menggunakan garam. Makanan pendampingnya tergantung dari hasil kebun. Berbeda dengan dua pulau lain, tidak ada sungai di Pulau Serua. Alhasil, ikan yang ditangkap di sana benar-benar berasal dari laut dalam yang membuat rasanya lebih nikmat saat diolah menjadi inasua. Peneliti dari Universitas Pattimura menemukan fakta bahwa inasua mengandung probiotik yang berpotensi dikembangkan menjadi oleh-oleh Maluku yang berasal dari kearifan lokal. (Rina Nur Anggraini/Aloysius Puspandono/Syahrudin/Rayyan/Nanien Yuniar)
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.