ANTARA - Dianugerahi garis pantai sepanjang lebih dari 134 km dan iklim yang ideal, Sabu Raijua menjadikan budidaya rumput laut sebagai sumber penghidupan utama yang diajarkan secara turun-temurun. Pembudidaya di Desa Lobohede menghadapi berbagai tantangan beruntun, mulai dari tumpahan minyak PT Montara, penyakit ice-ice, hingga bencana alam yang menyebabkan kegagalan panen. Untuk bangkit, pembudidaya terus mengupayakan pengadaan bibit unggul. Bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang, menerapkan metode budidaya ramah lingkungan melalui demplot pembibitan yang menjaga ekosistem lamun dan terumbu karang, sehingga budidaya rumput laut juga berfungsi sebagai mata pencaharian alternatif yang mendukung konservasi kawasan Laut Sawu. (Rina Nur Anggraini/Keysha Anissa/Syahrudin/Denno Ramdha Asmara/Nanien Yuniar)
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.