Surabaya (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memberikan bantuan kepada warga di sekitar Gunung Bromo menyusul terhentinya aktivitas mereka selama beberapa hari terakhir.

"Kami dan Pemkab Probolinggo sedang menyusun kebijakan memberikan bantuan untuk warga di sekitar Gunung Bromo," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Siswanto, kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Ia belum bisa memastikan jenis bantuan itu berupa berupa uang atau barang.

"Kami belum merumuskan bentuk bantuan itu. Namun, terhentinya aktivitas mereka selama beberapa hari menjadi perhatian utama kami saat ini," katanya.

Pemprov meminta Pemkab Probolinggo untuk mendata warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) I, termasuk binatang ternak mereka.

"Dengan adanya bantuan itu, kami berharap beban psikologis masyarakat setempat dapat terkurangi, meskipun sifatnya hanya sementara," kata Siswanto.

Selain aktivitas pertanian, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan itu juga menghambat kegiatan pariwisata.

Siswanto menyebutkan, saat ini sedikitnya 127 ekor kuda yang biasa melayani wisatawan di sekitar lautan pasir dan kawah Gunung Bromo terpaksa dikandangkan akibat letusan gunung tersebut.

Gunung Bromo yang berstatus awas (level IV) sejak Selasa (23/11) , hingga kini masih terus menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dengan ditandai terjadinya letusan, meskipun tidak eksplosif.

Pemprov Jatim bersiap mengeluarkan dana bencana senilai Rp25 miliar yang dialokasikan dalam perubahan APBD 2010 dan siap mengeluarkan dana bencana dalam APBD 2011 yang sebesar Rp50 miliar jika masih kurang.(*)

M038/A035/AR09

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010