Pittsburgh, Pennsylvania (ANTARA News) - Rusia membatalkan rencana untuk menggelar rudal di daerah kantongnya Kaliningrad untuk menanggapi keputusan AS yang tidak menggelar pertahanan rudal di Eropa, kata Presiden Dmitry Medvedev, Jumat.

"Ketika saya pertama kali menyampaikan gagasan ini, saya akan menggelar rudal Iskander, adalah untuk menanggapi keputusan untuk melaksanakan rencana penempatan perisai rudal itu," kata Medvedev kepada wartawan setelah KTT G-20 di kota Pittsburgh, Amerika Serikat.

"Karena keputusan ini dibatalkan, saya tentu saja mengambil keputusan untuk tidak menggelarkan rudal Iskander di daerah negara kami yang cocok."

Pekan lalu Moskow mengkonfirmasi bahwa mereka mencabut ancaman untuk menempatkan baterei rudal di Kaliningrad, satu daerah kantong Rusia di pantai Baltik yang seluruhnya dikepung negara-negara anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

Rusia menentang keras rencana AS, yang dibuat oleh orang yang digantikan Presiden Barack Obama, George W.Bush, untuk membangun sebuah perisai rudal dengan menempatkan sebuah fasilitas radar di Republik Cheska dan roket pencegat di Polandia, demikian AFP.

Keputusan Obama untuk membatalkan rencana itu menimbulkan kecemasan di negara-negara Eropa Timur yang masih khawatir akan campur tangan Rusia, tetapi disambut baik di Moskow. (*)