Kamis, 30 Oktober 2014

Jamil Azzaini dan Kesepian di Puncak Sukses

| 3.429 Views
id jamil azzaini, sukses mulia, kubik
Jamil Azzaini dan Kesepian di Puncak Sukses
Jamil Azzaini (Dok. pribadi)
Surabaya (ANTARA News) - Manusia biasanya sudah merasa cukup dengan kesuksesan yang diraih. Namun, bagi motivator dan inspirator Jamil Azzaini, sukses saja tidak cukup, karena itu ia pun meluncurkan "DNA SuksesMulia" pada 23 Februari 2010.

Konsep "sukses dan mulia" itu pun dikampanyekan kepada publik mulai dari Jakarta pada 6 Maret 2010 dan Surabaya pada 20 Maret, lalu ke kota lain di Nusantara.

"DNA SuksesMulia itu konsep yang mengajarkan bahwa sukses saja tidak cukup tapi perlu sukses yang mulia," kata komisaris PT Kubik Kreasi Sisilain (KKS).

Bos dari "Kubik Training and Consultancy" itu menututkan sukses seringkali diukur dengan empat `ta` (4-TA) yakni harta, tahta, kata, dan cinta.

"Harta berarti kaya, tahta berarti jabatan, kata berarti orang yang didengar atau tokoh masyarakat, dan cinta berarti orang yang dicintai banyak orang atau tokoh masyarakat yang menjadi publik figur," ucapnya.

Namun, tukasnya, bila hanya sukses yang dicari, maka orang sukses itu akan mengalami kesepian di puncak sukses.

"Indikasinya, dia akan selalu curiga atau takut kepada orang yang mendekati dirinya. Dia mencurigai orang yang mendekati dirinya sebagai orang yang ada maunya, seperti mencari muka atau bahkan merampok," ujarnya.

Selain itu, orang sukses itu juga akan takut digeser jabatannya atau takut tidak populer lagi.

"Semua itu terjadi, karena ego orang sukses memang tinggi, karena itu dia perlu bersikap mulia. Orang mulia adalah orang yang mampu berbagi dan menikmati masalah dengan santai," tandasnya.

Caranya?, "DNA SuksesMulia itu dapat dilatih melalui pengembangan `budaya otak` seperti halnya disiplin untuk bangun malam.
(E011/B010)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca