Rabu, 22 Oktober 2014

NU Seragamkan Arah Kiblat

| 2.445 Views
id arah kiblat, salat, muslim, nu
NU Seragamkan Arah Kiblat
(ANTARA/Maha Eka Swasta)
Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyeragamkan arah kiblat sejumlah masjid dan mushola di wilayah setempat guna menyempurnakan kualitas shalat, Jumat.

"Kegiatan itu kami pusatkan di Masjid Khoirul Amal dan Pesantren Ulumul Qur`an, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi tepat pukul 16.17 WIB," kata Ketua PC NU Kabupaten Bekasi Munir Abbas Bukhori kepada ANTARA, di Cikarang, Jumat.

Menurut dia, sesuai hasil kajian Lajnah Falakiah Pengurus Besar (PB) NU yang membidangi hukum shalat, pada pukul 16.17 WIB matahari tepat berada di atas Ka`bah, sehingga seluruh bayangan yang tegak lurus akan mengarah ke Ka`bah. Kejadian itu hanya berlangsung satu tahun dua kali.

"Masing-masing pada tanggal 28 Mei dan 26 Juli 2010. Sehingga kejadian ini harus kita manfaatkan secara maksimal guna menyempurnakan ibadah," katanya.

Sebagi proyek percontohan, kata dia, PC NU Kabupaten Bekasi menyelenggarakan di Masjid Khoirul Amal, Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan. "Ternyata, kiblatnya sudah benar. Namun, di Pesantren Ulumul Qur`an, arah kiblatnya melenceng sekitar delapan drajat," ujarnya.

Bagi masjid yang mengalami kesalahan dalam menentukan arah kiblat, kata dia, pihaknya berinisiatif mengubah barisan jamaah (shaf) ke arah Kiblat yang sempurna. Sementara, bagi pengurus yang memiliki dana lebih dapat merenovasi bangunan.

Ia mengatakan, informasi untuk menyempurnakan kiblat telah disampaikan pihaknya kepada masyarakat dalam bentuk selebaran di 23 kecamatan Kabupaten Bekasi sejak awal Mei 2010 menyusul sebagian besar bangunan masjid dan mushola di wilayah setempat memiliki kesalahan dalam menentukan arah kiblat.

"Berdasarkan informasi dari salah satu pejabat Kementrian Agama Kabupaten Bekasi, sebanyak delapan dari 10 bangunan masjid dan mushola mengalami kesalahan arah kiblat," katanya.

Mayoritas masjid tersebut berdiri di lahan pemukiman penduduk. Karena, pada saat proses pembangunannya tidak diperhitungkan secara rinci oleh kontraktor yang bersangkutan.(*)

(T.KR-AFR/R009)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga