Surabaya (ANTARA News) - Peluang Jaya Raya Suryanaga untuk mempertahankan gelar juara Superliga Badminton Indonesia 2011 di Surabaya pada 20-26 Februari sangat berat, menyusul absennya Sony Dwi Kuncoro.

Manajer Tim Jaya Raya Suryanaga, Wijanarko Adimulya, ketika dihubungi di Surabaya, Kamis malam, mengatakan kondisi Sony hingga saat ini belum fit dan masih dalam tahap pemulihan cedera pinggang.

"Tim medis Pelatnas tidak memberikan izin kepada Sony untuk tampil, karena dikhawatirkan cederanya kambuh," katanya.

Sony Dwi Kuncoro mengalami cedera sejak beberapa bulan lalu dan harus absen di sejumlah turnamen super series, termasuk kejuaraan dunia 2010 di Prancis.

Akibatnya, peringkat dunia Sony menurun drastis dari jajaran sepuluh besar, kini melorot di posisi ke-30.

Dengan absennya Sony, tuan rumah Suryanaga tinggal mengandalkan dua pemain asingnya asal Hongkong, Hu Yun dan Chan Yan Kit, di sektor tunggal dengan Adnan Fauzi sebagai pelapis.

"Kalau dibilang berat, memang benar. Tapi, kami akan berjuang semaksimal mungkin untuk merebut poin di nomor ganda," kata Wijanarko.

Pada sektor ganda, Suryanaga diperkuat kombinasi pemain muda dan senior mantan Pelatnas, seperti Christopher, Rian Agung, Tri Kusuma, Alvent Yulianto, serta Bambang Supriyanto dan Tri Kusharyanto.

"Kami berharap bisa merebut satu angka dari tunggal dan dua angka dari ganda atau sebaliknya. Kami tinggal mengatur strategi di nomor ganda, siapa yang harus diturunkan," tambah Wijanarko.

Sementara itu, para pebulu tangkis asing yang sudah dikontrak Suryanaga dijadwalkan tiba di Surabaya pada Jumat (18/2).

Selain Hu Yun dan Chan Yan Kit, tiga pemain putri masing-masing Yao Jie (Belanda) dan pasangan Shinta Mulia/Yao Lei (Singapura) juga akan merapat. (ANT/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011