Jakarta (ANTARA News) - Mantan striker Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, memperkuat klub Tangerang Wolves saat menghadapi Batavia Union dalam Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Benteng, Tangerang, Sabtu (19/2).

CEO Tangerang Wolves Akmal Marhalie di Jakarta, Kamis, berharap penyerang barunya, Kurniawan Dwi Yulianto, dapat bermain habis-habisan dan menyarangkan gol ke gawang lawan untuk memetik kemenangan.

"Terus terang sebelum Kurniawan bergabung, lini depan kami lemah. Karena dari lima kali main kami masih minim gol," katanya.

Namun, Akmal optimistis bahwa dalam pertandingan melawan Batavia Union timnya akan memegang kendali permainan, terlebih lagi bermain di depan publiknya sendiri.

"Sebagai tuan rumah, kami akan bermain menyerang dengan formasi 3-4-3, dan memanfaatkan kelemahan lawan yang sedang kehilangan tiga pemain pilarnya," katanya.

Menurut Akmal, Batavia Union sedang bermasalah karena dua pemain lokal dan satu pemain asing yang menjadi tulang punggung tim tidak bisa main karena akumulasi kartu merah. Mereka adalah Javier Roca, M. Iskandar, dan Fauzi Toldo.

"Kekuatan mereka pasti timpang, dan kami akan memanfaatkan kelemahan tersebut," ujarnya.

"Semoga pelatih Paulo Camargo benar-benar memasangnya sebagai starter, dan ia akan bermain bagus bagi kami yang sedang haus kemenangan," kata Akmal.

Sementara itu, walau kehilangan tiga pemain pilar, CEO Batavia Union Meiriyon Moeis tidak terlampau merisaukannya.

"Sebagian besar pemain kami sudah mengenal gaya permainan Kurniawan Dwi Yulianto. Jadi, kami yakin dapat meredamnya. Kami pastikan Kurniawan tidak mudah bisa mendekati daerah pertahanan kami," katanya pada kesempatan terpisah.

Menurut Meiriyon Moeis, strategi menyerang yang diterapkan pelatih Roberto Bianchi cukup jitu untuk meredam permainan menyerang Tangerang Wolves.

"Toh minggu lalu, dengan 10 pemain pun kami masih bisa menang melawan Bandung FC. Tiga pemain yang terkena akumulasi kartu merah itu sudah ada penggantinya yang tak kalah hebatnya," kata Yon Moeis.(*)

(T.T009/I007)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011