Rabu, 30 Juli 2014

Kekuatan Militer China Kian Angker

Jumat, 4 Maret 2011 19:09 WIB | 17.411 Views
Kekuatan Militer China Kian Angker
Sebuah kombinasi artistik gambar dari pesawat tempur siluman Cina J-20 (atas) dan pesawat tempur siluman milik AU AS Raptor siluman F-22. (ANTARA/REUTERS/Kyodo/Pierre DuCharme/Files)
Jakarta (ANTARA News) - Ambisi China untuk terus memutakhirkan kekuatan militer dan meningkatkan anggaran pertahanannya membuat Asia Timur dan  Amerika Serikat was-was.

Jumat ini, Beijing mengumumkan bahwa anggaran pertahanannya untuk tahun 2011 ini dipatok pada level 12,7 persen, tepatnya 601,1 miliar yuan atau 91,48 miliar dolar AS.

China meyakinkan dunia bahwa anggaran sebesar itu hanya demi memperbarui kekuatan militer yang dinilainya telah ketinggalan zaman, bukan ancaman kepada siapapun.

Negara tirai bambu itu juga berkilah bahwa anggaran militer sementereng itu masih kalah jauh dibandingkan Amerika Serikat.

Berikut beberapa fakta tentang kemampuan militer China, modernisasi sistem pertahanan, dan beberapa sistem persenjataan yang bisa membuat banyak kalangan terkesima:

Angkatan Udara
- Januari silam, China mengakui telah melakukan uji coba pertama pesawat jet siluman J-20, langsung di hadapan Menteri Pertahanan AS Robert Gates yang kala itu sedang mengunjungi China. Atraksi itu segera menyulut ketegangan antara dua negara.
- Beberapa analis meyakini bahwa keberhasilan China mengembangkan J-20 adalah pertanda bahwa negara ini mengalami kemajuan lebih pesat dari yang diperkirakan sebelum ini. Negara ini satu-satunya yang tampil menjadi saingan terhadap F-22 Raptor buatan Lockheed Martin, satu-satunya pesawat tempur di dunia yang dirancang untuk mengelabui radar musuh.
- Seiring perkembangan industri aerodinamika, China sedang mengembangkan kapasitas desain yang tangguh lewat Su-30 dan Su-27 yang keduanya buatan Rusia dan esawat tempur China paling tangguh nan membahayakan AS.
- Modernisasi angkatan udara juga termasuk dalam mengembangkan kapasitas isi ulang bahan bakar yang bisa menambah jarak tempuh pesawat-pesawat tempur dan pesawat pengintai China.

Angkatan Laut
- Presiden China Hu Jintao telah menempatkan modernisasi angkatan laut dalam prioritas pemerintahannya. China kini sedang memperbarui kapal perusak dan fregat agar bisa berlayar lebih jauh serta berdaya serang lebih dasyat.
- China tampaknya akan meluncurkan kapal induk pertamanya tahun ini, demikian beberapa sumber militer dan politik negara itu.  Masa ini satu tahun lebih cepat dari yang diperkirakan para analis militer AS.
- Dana yang dibutuhkan untuk membangun dua kapal induk berbobot 60.000 ton sama dengan kelas Kuznetsov buatan Russia, adalah sekitar dua miliar dollar. China tampaknya bisa membuat dua kapal sejenis.
- China sedang mengembangkan misil balistik kapal selam terbarunya dari kelas Jin terbaru yang bisa meluncurkan rudal berhulu ledak nuklir dari bawah laut. China juga membangun markas angkatan lautnya di Hainan, sebuah provinsi kepulauan di selatanyang bisa menangani serangan kapal selam.

Peluru Kendali
- Pejabat militer AS memperhatikan perkembangan terbaru yang menunjukkan peningkatan kapabilitas China, terutama dalam bidang misil balistik antikapal laut-nya yang bisa membahayakan kapal induk AS.
- Keberhasilan China meluncurkan sebuah misil yang bisa menghancurkan sebuah satelit tua pada 2007 menunjukkan sebuah tingkatan baru yang berhasil diraih militer China.  Januari setahun lalu China sukses melakukan uji coba sebuah teknologi misil baru yang bisa merontokkan roket di udara.
- China diperkirakan mempnyai 1.400 misil yang diarahkan ke Taiwan, demikian pihak berwenang Taipe. China telah berikrar akan mengembalikan Taiwan yang demokratis ke bawah kekuasaannya, bila perlu dengan kekuatan militer.

Angkatan Darat
- China sedang berusaha merampingkan personel angkatan daratnya yang berjumlah 2,3 juta orang, menjadi pasukan lebih kecil, ramping dan punya kemampuan tempur jarak dekat serta menghadapi konflik berintensitas tinggi saat melawan musuh yang lebih canggih. (*)

Reuters/Liberty

Penerjemah: PR Wire

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga