Beijing (ANTARA News) - Popularitas petenis China pertama meraih gelar juara Grand Slam, Li Na, merupakan berita bagus bagi pemilik domain (lina.cn) yang ingin menawarkannya sebesar 100.000 yuan atau 15.500 dolar AS pada lelang bulan depan.

Liu Tailong -- yang membeli domain itu dengan harga hanya sekitar 2.000 yuan Mei lalu, sebelum Li menjadi juara Prancis Terbuka-- mengatakan investasinya kini amat bagus.

"Ia membukukan karir meningkat, jadi pengaruhnya menjadi semakin luas," kata Liu seperti diberitakan Rabu oleh koran China Daily.

"Bila tidak dikaitkan dengan Li Na, maka domain itu hanya biasa-biasa saja-- tidak seorang pun peduli dan tidak seorang pun akan menyebutkan itu bernilai tinggi," katanya.

Liu mengatakan, ia berharap domain itu akan dibeli dalam lelang oleh organisasi yang menginginkan adanya hubungan tenis dalam laman mereka.

Li (29) mengalahkan juara bertahan Francesca Schiavone dari Italia pada pertandingan final Prancis Terbuka di lapangan tanah liat di Roland Garros di Paris. Ia maju ke putaran kedua di Wimbledon, Selasa.

Kemenangan Li di turnamen Grand Slam itu merupakan catatan sejarah dan dukungan hebat bagi olahraga tenis negara itu, di samping cabang lain yang sudah terlebih dahulu populer seperti bola basket, sepak bola dan tenis meja.

Lebih dari dua juta pengguna website sudah mendaftar sebagai pendukung Li di Sina Weibo, salah satu blog terkenal di China.

China merupakan pengguna internet terbesar dunia dan penduduk negara itu kini mencapai 477 juta jiwa.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011