Pontianak (ANTARA News) - Pertumbuhan di pelabuhan darat Tebedu Inland Port (TIP) akan menjadi pendorong percepatan pembangunan di wilayah sekitarnya, khususnya di perbatasan Sarawak (Malaysia) dan Kalimantan Barat.

"Karena keberadaan pelabuhan itu bisa meningkatkan peluang pekerjaan baru yang tidak hanya para pekerja rendahan, tetapi juga para professional," kata Direktur Pelaksana SM Inland Port Sdn Bhd, Nobel Pang, dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Pontianak, Rabu.

Pang mengatakan, pertumbuhan wilayah itu juga akan menjadi daya tarik masyarakat luar untuk datang ke wilayah tersebut, sehingga pada gilirannya akan terjadi pembangunan perumahan, penyediaan jasa kesehatan dan terjadi aktivitas ekonomi yang bisa meningkatkan standar hidup penduduk.

"Karena itu tujuan kami ingin bekerja sama secara dekat dengan negara tetangga kami, warga Indonesia, untuk membangun bersama daerah perbatasan. Dengan kedua belah pihak bergerak bersama dalam membangun perbatasan, akan membuat sinergi yang memudahkan untuk tumbuh bersama dan berbagi kesejahteraan," kata Pang.

Pelabuhan darat TIP, berlokasi sekitar 500 meter dari pos lintas perbatasan Entikong (Kalbar), merupakan area di kawasan Sarawak yang ditujukan untuk terminal transportasi penghubung antara eksporter dan importer, baik dari Sarawak maupun Kalbar.

Disebutkannya, TIP yang dibangun pemerintah Sarawak itu berguna untuk mengatur arus perdagangan perbatasan, sehingga dalam berbisnis antarnegara ada kepastian hukum.

TIP menawarkan fasilitas dan jasa untuk pengguna pelabuhannya berupa keamanan yang terjamin, lapangan kontainer, gudang, tempat transfer, armada forklift dan pekerja. Juga untuk bongkar muat dilakukan dengan cara yang aman dan tertib.

Sebelum ada TIP, dikatakannya, bongkar muat yang dilakukan angkutan darat antarnegara itu dilakukan di jalan yang berisiko pada keamanan dan kecelakaan.

Selain itu dari TIP ada jalan yang mulus sepanjang 100 km yang menghubungkan Tebedu ke terminal kontainer Senari di Kuching, Sarawak, yang berguna untuk pengapalan produk ke pasar internasional, tambahnya.

(T.Z004/B012)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011