Yogyakarta (ANTARA New) - Film animasi Iran tentang gerakan sosial dan politik untuk mewujudkan demokrasi menjadi film pembuka dalam Festival Jogja-Netpac Asian Film Festival, Selasa.

Direktur Festival Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Budi Irawanto mengatakan film animasi Iran berjudul The Green Wave karya Ali Samadi Ahadi berkisah tentang kemarahan, kesedihan, ketakutan selama waktu-waktu penting dalam sejarah Iran, dan menginformasikan dialog berkelanjutan tentang hak asasi manusia.

"Film Green Wave dari Iran menggambarkan gerakan sosial dan politik pada masa pemerintahan Presiden Ahmadinejad," kata dia saat membuka JAFF di Taman Budaya Yogyakarta, Selasa.

Dia mengatakan sutradara Film Green Wave Ali Samadi menggambarkan sekilas oposisi terhadap pemerintah sebagai revolusi hijau yang memenuhi jalan-jalan Teheran semasa pemilu Iran 2009.

Film itu menurutnya menjelaskan tentang harapan masyarakat yang menginginkan demokrasi dan kebebasan kandas pascakemenangan Ahmadinejad dalam pemilu.

Ia mengatakan film yang mengambil latar 2009 menggambarkan tindakan sewenang-wenang rezim Ahmadinejad terhadap para demonstran dan menyensor berbagai liputan jurnalis.

"The Green Wave mengulas kekacauan pascapemilu dan memberi gagasan tentang apa yang terjadi ketika kamera berhenti merekam," katanya.

Ia mengatakan film mengungkap peristiwa, konflik dan kondisi tak terkendali melalui saksi mata dan media jejaring sosial seperti, blog, tweeter, rekaman ponsel," katanya.

Menurutnya, film tersebut juga dilengkapi dengan hasil wawancara dengan tokoh Iran terkemuka, seperti, aktivis Hak Asasi Manusia dan nominasi pemenang nobel perdamaian Shirin ebadi, Ulama Syiah Mohsen Kadivar.

Ia mengatakan Sutradara Film The Green Wave Ali Samad Ahadi telah mengikuti berbagai festival film dan memenangkan penghargaan.

Menurut dia, film dokumenter berjudul Culture Clan dan Lost Children telah masuk dalam berbagai festival dan memenangkan penghargaan.

"The Green Wave telah diputar di Sundance dan Berlin Film Festival," katanya.

Sementara, itu salah satu juri JAFF Nicholas Saputra mengatakan film tersebut menggambarkan peranan media sosial dalam gerakan perubahan sosial.

"Media sosial yang menampilkan berbagai informasi sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial," katanya.

Nicholas mengatakan melihat film tersebut terasa melihat kejadian reformasi 1998.

"Peristiwa politik dan gerakan sosial di Iran sudah lama terjadi dan berhubungan dengan peristiwa 1998," katanya.

Salah satu penonton film The Green Wave Anang mengatakan film tersebut tidak menampilkan informasi yang berimbang kepada penonton.

"Film seolah-olah hanya menampilkan gerakan sosial dan pendukungnya. Dalam film tidak ditampilkan pihak yang mewakili Ahmadinejad sebagai pihak yang dianggap jauh dari nilai-nilai demokrasi," katanya.

(ANT-293/M008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011