Minggu, 26 Oktober 2014

Pemerintah pasti keluarkan kebijakan mobil murah

| 5.060 Views
id mobil murah dan ramah lingkungan, low cost and green car, LCGC, Anshari Bukhari, Agya, Ayla
Pemerintah pasti keluarkan kebijakan mobil murah
Dokumen foto salah satu mobil berteknologi Low Cost and Gren Car (LCGC) turut dipamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta (21/9). (ANTARA/Imansyah)
"Ini terkait pula dengan kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan pemerintah."
Jakarta (ANTARA News) - Kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan atau (low cost and green car/LCGC) pasti akan dikeluarkan pemerintah, karena sudah ada yang investasi, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Anshari Bukhari.

"Menteri Keuangan yang akan mengeluarkannya," ujarnya di Jakarta, Selasa, menanggapi kebijakan LCGC yang belum juga keluar, meski Kemenperin menargetkan setidaknya akhir tahun ini.

Ia mengatakan, Menteri Keuangan telah menyiapkan peraturan LCGC tersebut karena terkait dengan insentif pajak yang akan diberikan kepada mobil tersebut.

Apalagi, kata dia, sudah ada investor yang menanamkan modal untuk membuat mobil tersebut di Indonesia.

"Ini terkait pula dengan kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan pemerintah," ujar Anshari

Ia menyatakan bahwa optimistis kebijakan LCGC akan keluar, meski tidak dapat memastikan kapan kebijakan itu akan diluncurkan.

Saat ini Grup Toyota telah menambah kapasitas produksi untuk membuat mobil sesuai persyaratan LCGC, yang antara lain mobil tersebut mengusung mesin di bawah 1.200 cc dengan konsumsi bahan bakar minimal 20 hingga 22 km/liter.

Bahkan, Grup Toyota bersama PT Astra Internasional telah memperkenalkan Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla sebagai mobil murah dan ramah lingkungan pada September 2012.

Anshari mengatakan, kebijakan LCGC tersebut akan mendorong pertumbuhan industri otomotif tanah air. Sampai triwulan III tahun ini, industri alat angkut (otomotif) telah tumbuh sebesar 7,52 persen.

"Industri otomotif, bersama industri permesinan, baja, dan makanan telah memberi kontribusi positif pada pertumbuhan industri nasional," demikian Anshari.
(T.R016)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga