Kamis, 21 Agustus 2014

AS kutuk kerusuhan di Mesir

Selasa, 29 Januari 2013 08:58 WIB | 2.367 Views
AS kutuk kerusuhan di Mesir
Seorang pengunjuk rasa yang menentang Presiden Mesir Muhammad Mursi memperlihatkan selongsong peluru yang katanya ditembakkan oleh polisi anti huru hara saat bentrok di sepanjang jembatan Qasr Al Nil dekat Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, Minggu (27/1). Presiden Mursi menyatakan keadaan darurat selama 30 hari mulai Minggu kemarin di tiga kota sepanjang Kanal Suez yang telah menjadi lokasi kekerasan terburuk selama akhir pekan lalu, menewaskan setidaknya 45 orang. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Washington (ANTARA News) - Gedung Putih mengutuk kerusuhan di Mesir, tempat bentrokan berdarah antara pemrotes anti-pemerintah dan personel pasukan keamanan yang telah menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan orang dalam beberapa hari belakangan.

"Kami dengan keras mengutuk kerusuhan baru-baru ini yang telah terjadi di berbagai kota besar Mesir," kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney, Senin, sepeperti yang dikutip dari Xinhua.

"Kami menyeru semua warga Mesir agar menyampaikan perasaan mereka secara damai dan para pemimpin Mesir agar menjelaskan bahwa kerusuhan tak bisa diterima baik," kata Carney kepada wartawan.

Pertumpahan darah meletus pada Sabtu (26/1) di Port Said, Mesir, setelah satu pengadilan memvonis mati 21 terdakwa dalam kasus kerusuhan saat pertandingan sepak bola sehingga menewaskan 74 orang pada tahun lalu.

Korban jiwa di Kegubernuran Port Said itu telah naik jadi 40, sementara jumlah orang yang cedera telah melebihi 1.000.

Sehubungan dengan bentrokan berdarah yang berlangsung, Presiden Mesir Mohamed Moursi, Minggu (27/1), memberlakukan larangan orang keluar rumah dan keadaan darurat di kegubernuran yang dilanda kerusuhan Port Said, Suez dan Ismailiyah.

Di dalam taklimatnya, Carney menyambut baik seruan bagi dialog nasional di Mesir, dan mendesak semua warga Mesir agar "secara damai memanfaatkan proses demokrasi itu".

"Warga Mesir ikut dalam revolusi mereka untuk mewujudkan demokrasi dan kebebasan, bukan untuk mewujudkan tujuan mereka melalui kekerasan," katanya.

(C003)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga