Jakarta (ANTARA News) - Kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan bergerak stabil atau hanya menguat tipis sebesar satu poin.

Kurs nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore menguat nilainya sebesar satu poin menjadi Rp9.685 dibanding posisi sebelumnya Rp9.686 per dolar AS.

Pengamat pasar dari Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin mengatakan dalam awal Maret ini, masih terlihat ada tambahan kepemilikan asing di surat utang negara (SUN) sebesar Rp2 miliar.

Ia menambahkan kenaikan juga terlihat di aset saham sebesar 95,1 juta dolar AS, tambahan itu menambah posisi kepemilikan asing menjadi dua miliar dolar AS sepanjang tahun ini.

"Tambahan dana asing dari SUN dan saham itu semestinya membantu penguatan rupiah. Tetapi, likuiditas valas di perbankan diperkirakan belum likuid," kata dia.

Kendati demikian, ia menambahkan pergerakan rupiah terhadap dolar AS relatif stabil seiring dengan Bank Indonesia (BI) masih terus menjaga fluktuasi nilai tukar domestik.

Ia memperkirakan, untuk pekan ini nilai tukar rupiah berpotensi melemah secara bertahap untuk menyeimbangkan dengan kondisi mata uang di kawasan regional.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Senin (11/3) tercatat mata uang rupiah tidak bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.688 per dolar AS.
(ANT)

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2013