Sabtu, 25 Oktober 2014

Pemilu Gubernur NTT digelar dua putaran

| 6.434 Views
id ntt, pilgub ntt, dua putaran, kpu ntt
Pemilu Gubernur NTT digelar dua putaran
ILUSTRASI (FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Kupang (ANTARA News) - Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2013-2018 dinyatakan berlangsung dua putaran, setelah hasil pleno akhir yang dilakukan KPU NTT hingga Rabu malam, tidak mendapatkan pasangan calon yang meraih angka 30 persen.

Pasangan Frans Lebu Raya (Gubernur NTT incumbent) dan Benni Alexander Lytelnoni bersimbol politik "Frenly" meraih 681.273 suara atau hanya mencapai 29,80 persen dari 2.270.094 total suara sah, sedang urutan kedua diraih pasangan Esthon L Foenay (Wagub NTT incumbent) dan Paul Edmundus Tallo 515.836 suara (22,56 persen).

Posisi ketiga diraih pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Melkiades Lakalena 514.173 suara atau 22,48 persen dari total suara sah, menyusul pasangan independen Christian Rotok-Abraham Paul Liyanto (CristAl) 332.569 suara (14,54 persen), dan nomor urut terakhir diraih pasangan Benni Kabur Harman-Willem Nope 242.610 suara (10,61 persen).

Sesuai agenda KPU NTT, pemilu Gubernur NTT putaran kedua akan berlangsung pada 15 Mei 2013. Dua pasangan sahabat lama, Frans Lebu Raya dan Esthon L Foenay yang kini masih menjabat sebagai Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013, akan bertarung dalam arena tersebut.

Meski kedua tokoh ini sudah saling berhadapan di arena kampanye pemilu gubenur, hubungan antara keduanya tetap mesra sejak Esthon Foenay menyatakan sikapnya untuk maju menjadi orang nomor satu NTT dalam Pilgub NTT 2013, beberapa waktu lalu.

Frans dan Esthon, tetap berkeinginan kuat untuk melanjutkan "Fren Jilid II"--simbol politik mereka semasa pemilu lima tahun lalu--, namun karena perubahan politik di tingkat pusat (Jakarta), Esthon akhirnya dengan "berat hati" harus meninggalkan Frans Lebu Raya yang meminangnya lima tahun lalu untuk mendampingi sebagai wakil gubernur.

Ketika itu, Esthon sudah pensiun dari pegawai negeri sipil, setelah kalah bertarung dalam Pilgub NTT yang dipilih oleh wakil rakyat di DPRD NTT periode 2003-2008. Esthon yang keluar dari kubu Golkar saat itu berpasangan dengan Gaspar Parang Ehok sebagai wakilnya.

Pasangan tersebut langsung "gugur" di putaran pertama. Putaran kedua, berhadapan antara pasangan Piet Alexander Tallo-Frans Lebu Raya dengan Victor Bungtilu Laiskodat-Simon Hayon. Dalam ronde ini, kemenangan diraih oleh pasangan Piet Alexander Tallo-Frans Lebu Raya.

Ketika berlangsung pemilu 2008 yang dipilih langsung oleh rakyat NTT, Frans Lebu Raya yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT, maju menjadi orang nomor satu setelah mendapat restu dari Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Frans yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT itu, kemudian meminang Esthon L Foenay menjadi pasangannya, dan mereka keluar sebagai pemenang dalam Pilgub NTT periode 2008-2013.

Kini, kedua pasangan tersebut harus saling berhadapan, baik sebagai sahabat maupun musuh politik untuk bertarung dalam Pilgub NTT putaran kedua yang akan berlangsung pada 15 Mei 2013.

(L003/I007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga