Jumat, 22 Agustus 2014

TNI AL copot jabatan Kolonel ASB

Selasa, 30 April 2013 12:28 WIB | 3.772 Views
TNI AL copot jabatan Kolonel ASB
Seorang anggota TNI AL bersenjata laras panjang berada di kapal pandu Trois dan kapal tongkang bermuatan batu bara yang diamankan setelah dibajak perompak, di Pangkalan TNI AL Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/3). Mengamankan perahu yang terlibat kasus hukum juga salah satu tugas pangkalan TNI AL. (FOTO ANTARA/Fiqman Sunandar)
Jakarta (ANTARA News) -  TNI AL kontan  mencopot jabatan Kolonel ASB dari jabatannya sebagai komandan Pangkalan TNI AL Semarang, setelah dia tertangkap tangan tengah mengonsumsi shabu-shabu, kemarin malam. Tidak cukup dicopot dan disidik Polisi Militer TNI AL, dia juga bisa dibilang sudah tamat riwayat di TNI AL. 

"Beliau sudah resmi dicopot dari jabatannya sebagai Danlanal. Pencopotan langsung dilakukan Kepala Staf TNI AL. Laksamana TNI Marsetio. Itu sanksi dari TNI AL," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Surapati, di Jakarta, Selasa.

Senin dini hari, BNN menangkap tangan Kolonel Antar Setia Budi (ASB) bersama dua penegak hukum, Inspektur Satu Polisi H (anggota Detasemen Markas Polda Jawa Tengah) dan Brigadir Polisi RS (anggota Intelijen Keamanan Polda Jawa Tengah), saat mengkonsumsi shabu-shabu di kamar 1003, Hotel Ciputra Semarang, Jawa Tengah.

Sampai saat ini belum jelas sikap Kepolisian Daerah Jawa Tengah atas perilaku dan pelanggaran hukum kedua anggotanya.

Surapati menyatakan, selain dicopot dari jabatan ASB juga tak akan bisa lagi mengikuti segala bentuk kegiatan yang sifatnya menunjang karir militer ASB. "Selain pencopotan, sanksi administrasi kepada ASB juga diberikan. Yang bersangkutan untuk mengikuti pendidikan, jenjang karir, dan lain sebagainya sudah tertutup," kata Surapati.

TNI AL juga telah mulai melakukan penyidikan terhadap ASB sejak semalam. Dan ASB juga sudah dipindahkan dari sel tahanan Badan Narkotika Nasional ke Pusat Polisi Militer TNI AL, di Jakarta.

Sejalan dengan itu, karena kasus ASB adalah tindak pidana narkotika, tapi akan tetap diproses di peradilan militer. "Dia diproses di Pengadilan Militer tapi tetap dasarnya adalah Undang-Undang Narkotika," kata Surapati.

"Bila ASB sudah diputus pengadilan, maka secara otomatis akan diberhentikan sebagai prajurit TNI, apakah secara tidak hormat atau bagaimana, tentu menunggu ketuk palu dulu," tambah dia.

Ia mengakui, kasus narkoba yang terjadi pada ASB merupakan kejadian yang sangat spektakuler bagi TNI AL. "Memang kali ini, spektakuler karena dilakukan perwira senior. Ke depan, TNI AL akan melakukan tes urin kepada semua prajurit. Hal ini untuk mencegah, jangan sampai kejadian serupa terulang. Kami lakukan tindakan preventif," kata Surapati.

 (zul)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga