Jumat, 31 Oktober 2014

Hitung Cepat: pasangan DerMa unggul pada Pilgub Sumsel

| 11.481 Views
id pilkada sumsel, pilgub sumsel, cagub sumsel, hitung cepat, jaringan survei nasional, jsn
Hitung Cepat: pasangan DerMa unggul pada Pilgub Sumsel
ilustrasi Lipat Surat Suara Sejumlah pekerja melipat surat suara Pemilukada Gubernur Sumsel di kantor KPU Kota Palembang, Selasa (28/5). (ANTARA FOTO/Feny Selly)
Palembang (ANTARA News) - Hasil penghitungan cepat (quick count) Jaringan Survei Nasional (JSN) bekerja sama dengan Media Center internal bahwa pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer (DerMa) unggul tipis pada Pimilihan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) 2013, pada Kamis.

Direktur Riset JSN Amran Mursalin dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis, menyatakan, pasangan DerMa yang diusung Partai Hanura, Gerindra, PPP, dan PKB meraih 35,15%, diikuti pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki (ALIM)  34,95%.

Posisi ketiga ditempati Eddy Santana–Wiwiet Tatung 18,89% dan pasangan Iskandar Hasan-Hafisz Thohir sebesar 11,01%.

Amran mengatakan, hasil hitung cepat internal itu mengunggulkan pasangan DerMa 0,20% dari pasangan ALIM.

Menurut Amran, hitung cepat dilakukan di 400 sampel yang tersebar di seluruh wilayah Sumsel dengan tingkat kesalahan (margin error) kurang lebih 1%. "Data kami menunjukkan keunggulan tipis Derma dibandingan pasangan ALIM," katanya.

Dia menegaskan karena selisih keunggulan yang sangat tipis dan masih dalam margin error, Tim Media Center DerMa tetap meminta kepada para pendukung untuk bersabar menunggu hasil resmi penghitungan dari KPUD Sumsel dalam beberapa hari ke depan.

JSN juga menilai lembaga quick count yang telah mengumumkan hasilnya menunjukkan selisih tipis dalam rentang "margin error", karena beberapa lembaga tersebut hanya menggunakan 300-350 sampel. Artinya, ada margin error yang bisa lebih dari 1%.

Terkait dengan hasil quick count beberapa lembaga yang mengunggulkan pasangan lain, Tarech Rasyid, Sekretaris Tim Pemenangan DerMa, meminta agar hasil quick count tidak  dijadikan alat untuk mengarahkan opini publik.

Tarekh menegaskan selisih tipis dalam "margin error" dapat membuat ketidakpastian pemenang dan menimbulkan kebingungan ataus spekulasi di tengah masyarakat. Maka dari itu, masyarakat diharapkan lebih baik menunggu penghitungan resmi KPUD.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga