Minggu, 23 November 2014

Seluruh moda transportasi Jakarta harus saling terintegrasi

| 3.898 Views
id transportasi massal dki, monorel dki, transjakarta
Seluruh moda transportasi Jakarta harus saling terintegrasi
ilustrasi Seorang pramudi perempuan menunggu perbaikan bus Transjakarta articulated alias bus gandeng jurusan Blok M-Kota yang dikemudikannya usai mengalami gangguan mesin di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)
Jadi, nanti, Mass Rapid Transit (MRT), Bus Rapid Transit (BRT) dan Kereta Rel Listrik (KRL) akan kita integrasikan satu sama lain. Integrasi ini kira-kira akan butuh waktu tiga tahun,"
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan seluruh moda transportasi masal yang akan dibangun di ibukota nantinya harus saling terintegrasi satu sama lain.

"Jadi, nanti, Mass Rapid Transit (MRT), Bus Rapid Transit (BRT) dan Kereta Rel Listrik (KRL) akan kita integrasikan satu sama lain. Integrasi ini kira-kira akan butuh waktu tiga tahun," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, sebagai rencana awal, pihaknya akan mempercepat pembentukan PT Transportasi Jakarta sebagai pengganti Unit Pengelola (UP) Transjakarta.

"Kita bentuk dulu PT Transportasi Jakarta, kita buat struktur organisasinya, kita pilih orang-orang yang memang benar terbukti mampu dan berkompeten dalam mengelola transportasi masal di Jakarta," ujar Ahok.

Dia menuturkan pihak-pihak yang akan dipilih untuk mengisi jajaran direksi dan staf di PT Transportasi Jakarta itu adalah orang-orang yang sebelumnya pernah bekerja di PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta.

"Kita sengaja pilih orang-orang yang memiliki pengalaman, sehingga nantinya PT Transportasi Jakarta dapat dikelola secara profesional dan kemacetan pun berkurang," tutur Ahok.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut masih menemui hambatan karena berprinsip business-to-government.

"Kita berpikir mungkin kalau prinsipnya business-to-business akan lain hasilnya. Makanya kita tarik orang-orang dari KAI, MRT dan sebagainya agar mudah dalam pengintegrasiannya," tambah Ahok. (*)

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar Pembaca
Baca Juga