Beirut (ANTARA News) - Pertempuran berkobar Sabtu antara pemberontak dan pasukan pemerintah di Provinsi Latakia utara Suriah, sehari setelah 34 orang tewas ketika gerilyawan berusaha merebut satu tempat penyeberangan perbatasan ke Turki, kata satu kelompok pemantau.

Pertempuran itu memicu pemerintah Presiden Bashar al-Assad menyampaikan protes kepada PBB bahwa Turki membantu melindungi pemberonta melintas perbatasan itu dari wilayahnya, lapor AFP.

Provinsi Latakia, yang termasuk desa keluarga Bashar, dianggap satu pangkalan pemerintah, dan banyak penduduknya berasal dari minoritas sekte Alawi yang dianut Bashar.

Bagian-bagian luas Latakia relatif terhindar dari tiga tahun pertempuran di Suriah, tetapi provinsi itu guncang Jumat ketika tiga kelompok Islam bertempur untuk merebut perlintasan perbatasan Kasab.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan kelompok gerilyawan Islam itu termasuk Front Al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaida, yang juga aktif dalam bentokan senjata Sabtu melawan pasukan reguler dan milisi pro-pemerintah.

Tidak ada segera laporan-laporan mengenai korban, tetapi SOHR mengatakan setidaknya 34 orang tewas Jumat, termasuk 13 pemberontak dan lima warga sipil.

Rami Abdel Rahman, drektur SOHR yang bermarkas di Inggris mengatakan pertempuran masih berlangsung di tiga daerah yang dikuasai pemerintah dan tiga lainnya yang pasukan pemerintah berusaha merebut dari pemberontak.

Kantor berita pemerintah SANA mengatakan pasukan pemrrintah telah "menghancurkan satu depot amunisi dan roket serta kendaraan-kendaraan yang mengangkut senjata ... dalam sejumlah operasi" di utara provinsi itu.

Dan satu sumber keamanan mengatakan tentara Jumat merebut kembali dua kantor polisi yang dikuasai "pemberontak yang menyusup dari Turki".

Sumber itu mengatakan Damaskus telah mengirim pesan kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon menuduh Ankara "membantu melindungi" pemberontak dan meminta Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan teroris ini di wilayah Suriah".

"Teroris" adalah istiah rezim yang biasanya digunakan bagi pemberontak.

Bentrokan senjata Jumat itu terjadi setelah Al-Nusra, Sham al-Islam dan Ansar al-Sham mengumumkan awal operasi "Anfal" di daerah Latakia.

Lebih dari 146.000 orang tewas dalam perang saudara tiga tahun dan jutaan orang mengungsi.


Penerjemah: Rafaat Nurdin

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014