New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para analis melihat sedikit prospek untuk pengetatan kebijakan moneter AS dalam waktu dekat.

Sekitar pukul 21.00 GMT (Selasa pukul 04.00 WIB), euro naik menjadi 1,3740 dolar dari 1,3701 dolar pada Jumat (4/4), lapor AFP.

Dolar merosot menjadi 103,09 yen dari 103,25 yen mata uang Jepang.

Euro menguat menjadi 141,65 yen dari 141,49 yen.

Dolar juga melemah terhadap pound Inggris dan franc Swiss.

Para analis mengatakan, laporan pekerjaan AS untuk Maret pada Jumat lalu membuat greenback rentan terhadap gerakan lebih rendah pada Senin, terutama karena hari yang sepi untuk berita ekonomi AS.

Laporan tenaga kerja Maret menunjukkan AS menambahkan 192.000 pekerjaan, mendekati harapan tetapi tidak cukup baik untuk mendorong Federal Reserve AS mempercepat -- jadwal waktu untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Laporan Jumat adalah "kuat tapi tidak spektakuler," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.

"Sampai katalis baru tiba, mencari rentang perdagangan yang lebih umum untuk dolar dan mata uang utama," kata Manimbo.

Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management, mengatakan rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Maret pada Rabu (9/4) satu-satunya peristiwa berita utama minggu ini untuk dolar dan tidak mungkin mengubah pandangan secara signifikan.

"Sementara tidak ada data utama AS dijadwalkan akan dirilis minggu ini, penurunan dalam imbal hasil surat utang negara AS dan kemerosotan ekuitas AS menghalangi para investor membeli dolar," kata Lien.

Di antara mata uang lainnya, pound naik menjadi 1,6603 dolar dari 1,6567 dolar pada Jumat.

Dolar merosot menjadi 0,8878 franc Swiss dari 0,8919 franc.


Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014