Guatemala City (ANTARA News) - Presiden Guatemala Otto Perez Molina pada Senin (7/7) mengkonfirmasi gempa bumi kuat, 6,9 pada Skala Richter, telah menewaskan dua orang dan melukai 32 orang lagi.

Gempa bumi pada pagi hari, yang dapat dirasakan sampai Mexico City, paling keras mengguncang San Marcos, Guatemala, menewaskan seorang perempuan tua dan satu bayi.

Selama satu taklimat yang diselenggarakan di kantor Koordinasi Nasional bagi Pengurangan Bencana (Conred), Perez Molina mengatakan bayi yang sedang tidur meninggal ketika gerakan seismik mengakibatkan langit-langit palsu ambruk, sedangkan perempuan yang berusia lanjut menderita serangan jantung akibat tekanan ketakutan.

"Kami juga memiliki laporan mengenai 32 orang yang cedera, sebagian dengan luka di kepala dan dua anak kecil menderita patah tulang," kata presiden tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua, Selasa pagi. "Juga ada 41 rumah yang rusak parah, 17 rumah rusak sedang, dan 22 rumah rusak ringan."

Dinas perlindungan sipil mengatakan petugas pertolongan mengungsikan 36 orang dari bangunan yang rusak dan 44 gedung sekolah juga telah rusak, meskipun tingkat kerusakan masih diteliti.

"Gempa ini telah membuat kami menghadapi kerusakan sedang, bukan ringan. Kami akan terus memantau semua daerah setelah masalah telah dilaporkan," kata presiden itu.

Menteri Perhubungan Alejando Sinibaldi mengatakan beberapa jalan raya di San Marcos, 252 kilometer di sebelah barat Ibu Kota Guatemala City, terhalang oleh bangunan yang ambruk.

Menurut US Geological Survey (USGS), gempa dengan kekuatan 6,9 pada Skala Richter mengguncang perbatasan antara Guatemala dan Meksiko, dua kilometer di sebelah timurlaut Puerto Madero, Meksiko, 22 kilometer di sebelah baratdaya Tapachula, Meksiko, dan 204 kilometer sebelah barat Guatemala City.

Di Negara Bagian Chiapas di Meksiko Selatan, yang berbatasan dengan Guatemala, guncangan membuat satu orang tewas, kata sistem perlindungan sipil di negara bagian tersebut.

Korban itu, Jose Molina, dari Kota Praja Huixtla, di Wilayah Soconusco, tergilas ketika satu tembok ambruk.

Atap Bandar Udara Tapachula juga rusak, tapi tak ada laporan mengenai korban tewas.

Di Wilayah Soconusco, beberapa rumah terpengaruh, dan banyak tembok serta langit-langit retak.

Di Mexico City, satu pohon tumbang dan menimpa taksi akibat gempat kuat. Pengemudi dan penumpang dibawa ke rumah sakit.

(C003)

Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2014