Minggu, 24 September 2017

Ratusan orang upacara "sadranan" di lereng Merapi

| 5.713 Views
Ratusan orang upacara
ilustrasi - Tradisi Sadranan di Jawa yaitu bertukar makanan dalam wadah yang disebut "tenong" saat mengikuti Tradisi Sadranan atau ziarah makam sebelum Ramadhan (ANTARA FOTO/Hafidz Novalsyah)
Boyolali (ANTARA News) - Ratusan orang berkumpul melaksanakan upacara tradisi "Sadranan" yang digelar di lereng Gunung Merapi di Desa Sruni Kacamatan Musuk, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Rabu.

Dalam upacara tradisi Sadranan tersebut warga berbondong-bondong menuju ke tempat pemakaman umum di Dukuh Mlambong, Sruni dengan membawa tenong atau tempat berbentuk bundar berisi berbagai jenis makanan khas, nasi bersama lauknya dan buah-buahan.

Warga sebelum menyantap makanan yang dibawa dari rumah tersebut, mereka melakukan doa bersama mendoakan para leluhurnya dengan dipimpin oleh pemuka agama desa setempat.

Warga setelah berdoa bersama mereka klemudian membukan tenong atau tempat makanan yang dibawa dari rumah itu, untuk dimakan bersama-sama. Warga bebas mengambil makanan yang disukai, milik siapapun yang hadir dalam upacara itu.

Hadi Sutarno, salah satu sesepuh masyarakat desa setempat, mengatakan upacara tradisi sadranan tersebut dilaksanakan sudah turun menurun setiap tahun menjelang Ramadhan.

Hadi mengatakan upacara merupakan tradisi yang ditunggu-tunggu oleh warga yang memiliki leluhur atau sanak saudara yang dimakamkan di pemakaman umum tersebut.

Bahkan, sanak saudara yang telah bekerja merantau ke luar daerah maupun luar pulau, banyak yang pulang kampung untuk mengikuti upacara sadranan ini.

"Setiap warga membawa tenong berisi berbagai makanan, dan lainnya untuk dimakan bersama di lokasi upacara. Upacara ini, dari tahun ke tahun semakin meriah dan banyak warga yang mengunjungi desa ini," kata Hadi Sutarno.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga