Kamis, 23 Maret 2017

Yudhoyono : perlu new global awarness atasi krisis finansial

| 5.311 Views
id World Chinese Economic Summit, WCES,yudhoyono,
Yudhoyono : perlu new global awarness atasi krisis finansial
Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
London (ANTARA News) - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan perlu kesadaran global baru (new global awareness) dengan kerangka kerja sama yang lebih baik agar dapat mendukung pemulihan ekonomi dan sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikemukakan Yudhoyono dalam acara pembukaan KTT ke-7 World Chinese Economic Summit (WCES), 2015 sekaligus pemberian penghargaan life time achievement awards kepada sejumlah pemimpin perusahaan di London, Selasa malam.

Fungsi Ekonomi KBRI London, Hastin AB Dumadi kepada Antara London, Kamis mengatakan KTT WCES 2015 diselenggarakan Asian Strategy & Leadership Institute (ASLI) untuk pertama kalinya, di luar kawasan Asia Pasifik, berlangsung di tiga tempat yaitu Savoy Hotel, The House of Lords, Banqueting House Asia House dan Royal Istana Kensington, dari tanggal 10 hingga 11 November.

Acara tahunan bergengsi mempertemukan lebih dari 200 pembuat kebijakan, pengusaha, peneliti dan pemikiran-pemimpin dari seluruh dunia untuk membahas topik sekitar kunci tema tahun ini, Tiongkok dan Dunia: Tempa Kemitraan Euro-Asia menuju Kemakmuran Bersama.

Ketika terjadi krisis finansial sejak tahun 2008, Yudhoyono yang menghadiri KTT G20 ke-2 di London tahun 2009 mengatakan bahwa pada saat itu dunia termasuk negara-negara G20 tidak siap dengan apa yang terjadi dan cara mengatasinya.

Menurut Yudhoyono, pada saat itu G20 berada di antara pilihan kebijakan untuk memberikan financial stimulus atau mereformasi struktur finansial global dan pada saat itu. Yudhoyono emberikan pandangan bahwa kedua pendekatan tersebut penting dan perlu dilakuan bersamaan.

Dengan belajar dari krisis ekonomi dan global economic shock yang terjadi belum lama ini dengan menguatnya dolar dan jatuhnya harga komoditas, maka perlu kerja sama yang lebih kuat antar negara dan kawasan.

Yudhoyono mengajak untuk bersama-sama menciptakan peluang dan kerja sama. "Waktunya kita to think big and think outside the box serta mewujudkannya secara nyata," ujarnya.

Sebagai patron dari WCES, bersama Sultan Nazrin dari Malaysia, Yudhoyono menyerahkan penghargaan kepada sejumlah figur yang telah menunjukkan kontribusi dan kepemimpinan sesuai dengan keahliannya sepanjang hidupnya.

Beberapa figur yang mendapat penghargaan tersebut diantaranya adalah Chen Zhifeng - Yema Group untuk kategori kepemimpinan bidang seni dan budaya, Dato Paduka Timothy Ong Teck Mong - Asia Inc. Forum untuk kategori pimpinan bisnis regional, Tan Sri Dato Sri Lim Gait Tong - Farlim Group Berhad untuk kategori bisnis dan kepemimpinan masyarakat; Stuart Gulliver - HSBC untuk kategori kepemimpinan pada bank global; Prof. David Greenway - Univeristy Nottingham untuk kategori peningkatan kerja sama pendidikan Inggris Malaysia dan China, Sir David Tang- Shanghai Tang untuk kategori global retailing.

Dalam kunjungan ke London tersebut, Yudhoyono juga menyempatkan diri beramah tamah dengan perwakilan masyarakat Indonesia di KBRI London.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga