Beijing (ANTARA News) - Seorang wakil kepala Kantor Urusan Taiwan asal Tiongkok sedang diselidiki karena diduga "melakukan pelanggaran disiplin serius", kata badan anti korupsi Partai Komunis Tiongkok yang sedang berkuasa pada Selasa, menggunakan kata lain untuk korupsi.

Pernyataan singkat dari Komisi Sentral bagi Inspeksi Disiplin tak memberikan rincian lain tentang penyelidikan atas Gong Qinggai, lapor Reuters.

Taiwan merupakan isu sensitif bagi Beijing.

Tiongkok memandang Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri dan telah memilih seorang presiden baru dan parlemen pada Sabtu, sebagai provinsi yang memberontak dan dan ingin di bawah kendali Beijing jika perlu dengan kekuatan. Pasukan nasionalis melarikan diri ke Taiwan pada 1949 pada akhir perang saudara.

Gong, 57, berasal dari Provinsi Fujian, di bagian tenggara Tiongkok, yang hanya terletak di seberang selat yang memisahkan Tiongkok dan Taiwan.

Ia bergabung dengan Kantor Urusan Taiwan, yang bertanggung jawab mengenai kebijakan terhadap pulau itu dan hubungannya, pada 2013. Pejabat itu menghabiskan masa karirnya dengan pemerintahan Fujian, demikian biografi resminya.

Tidak mungkin untuk meminta komentarnya.

Pada Selasa pagi, lembaga itu mengatakan pihak berwenang akan menghukum dua mantan pejabat senior, termasuk wakil walikota Shanghai, atas tuduhan korupsi, setelah penyelidikan menemukan mereka menyalahgunakan kekuasaan dan menerima rasuah.

Puluhan pejabat senior telah dijebloskan ke dalam penjara karena korupsi sejak Presiden Xi Jinping naik ke tampuk kekuasaan tiga tahun lalu dan melancarkan langkah melawan masalah itu.
(Uu.M016)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2016