Minggu, 24 September 2017

Keraton Yogyakarta akan gelar upacara Labuhan Merapi

| 11.845 Views
Keraton Yogyakarta akan gelar upacara Labuhan Merapi
Labuhan Merapi Sejumlah abdi dalem mengikuti prosesi Labuhan Merapi di Pos I Srimanganti, Lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Senin (10/6). (ANTARA FOTO/Noveradika)
Sleman (ANTARA News) - Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat akan melaksanakan upacara adat Labuhan Gunung Merapi dalam rangkaian peringatan naik takhta Sultan Hamengku Buwono X pada Minggu (8/5) dan Senin (9/5).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi di Sleman, Sabtu, mengatakan upacara tersebut akan diawali dengan penyerahan uba rampe (sesajian) Labuhan dari Keraton Yogyakarta kepada Camat Depok di Pendopo Kecamataan Depok Minggu (8/5).

Dari Kecamatan Depok, ia melanjutkan, para abdi dalem dan Camat Depok akan mengarak uba rampe upacara ke Kecamatan Cangkringan dan menyerahkannya kepada Camat Cangkringan di Pendopo Kecamatan Cangkringan.

"Camat Cangkringan kemudian menyerahkan uba rampe tersebut kepada Juru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo untuk dibawa ke Balai Labuhan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan," katanya.

Sesampainya di Balai Labuhan di Kinahrejo (pendopo petilasan Mbah Maridjan), ia menuturkan, pelengkap upacara akan diinapkan satu malam dan pagi harinya, Senin (9/5)sekitar pukul 06.00 WIB, diarak menuju ke Bangsal Sri Manganti atau pos dua untuk upacara resmi Labuhan Merapi.

Juru Kunci Gunung Merapi Kliwon Suraksohargo akan memimpin arak-arakan menuju ke Bangsal Sri Manganti.

Uba rampe yang dilabuh pada upacara itu meliputi sinjang limar satu lembar, sinjang cangkring satu lembar, semekan gadhung satu lembar, semekan gadhung melati satu lembar, paningset udaraga satu lembar, kambil watangan satu biji, seswangen 10 biji, seloratus lisah konyoh satu buntal, yotro tindih dua amplop, dan destar doromuluk satu lembar.

Selain itu ada kembang setaman, nasi tumpeng, serta ingkung (hidangan ayam kampung) dan serundeng yang akan dibagikan kepada pengunjung usai upacara labuhan.

"Labuhan Merapi yang sudah menjadi agenda rutin dan hajat Kraton Ngayogyokarto, diharapkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan manca negara," kata Ayu.


Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga