Selasa, 24 Oktober 2017

Jakarta Melayu Festival 2016 berlangsung meriah

| 6.795 Views
Jakarta Melayu Festival 2016 berlangsung meriah
Ilustrasi - Jakarta Melayu Festival (ANTARA FOTO/Teresia May)
Jakarta (ANTARA News) - Event musik melayu tahunan Jakarta Melayu Festival yang digelar di Pantai Pasir Putih Ancol, Jakarta Utara, berlangsung meriah antara lain karena kehadiran para tokoh politik dan duta besar.

Ketua Panitia Penyelenggara Jakarta Melayu Festival Geiz Khalifah, di Jakarta, Sabtu (20/8) malam, mengatakan musik melayu adalah identitas bangsa dan tidak boleh hilang, sehingga event musik melayu ini tidak berhenti digelar.

Musisi yang ikut tampil mendendangkan syair lagu melayu pada Jakarta Melayu Festival ke-5 ini, di antaranya Grup Band Amigos, Niken Astari, Darmansyar dan Iyeth Bustami.

Sejumlah tokoh yang hadir pada gelaran musik melayu tersebut adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, mantan Ketua KPK Taufiqurachman Ruki, anggota DPR Kurtubi dan Irgan Chairil Mahfuz, serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Anies Baswedan mengatakan kekuatan musik melayu tidak hanya pada harmoninya tetapi juga pada liriknya, sehingga mudah diterima pendengarnya.

Menurut Anies, di dalam musik ada syair yang bisa masuk ke alam sadar pendengarnya. Sedangkan pada musik melayu kekuatannya pada syair yang berisi pesan moral tentang kehidupan dan keindahan alam, sehingga harus disampaikan kepada masyarakat, ujarnya lagi.

Upaya untuk bisa melestarikan dan mengembangkan musik melayu pada generasi muda, ia mengatakan, perlu diperdengarkan pada anak sejak dini.

Musik ini dapat diperdengarkan saat anak-anak dalam perjalanan ke sekolah, kata Anies lagi.

Ingatan dari anak tentang musik bergenre melayu tersebut akan terbawa hingga besar, dan dampaknya tidak hanya melestarikan tetapi juga mengembangkan musik tersebut, ujar dia pula.B/B014/C/B014) 21-08-2016 07:43:53

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar Pembaca
Baca Juga