Selasa, 30 Mei 2017

Sineas Indonesia melenggang di karpet merah Festival Film Tokyo

| 3.704 Views
Sineas Indonesia melenggang di karpet merah Festival Film Tokyo
Sutradara "Ini Kisah Tiga Dara" Nia Dinata (kiri) bersama aktris Shanty Paredes, Tara Basro, dan Tatyana Akman berjalan di karpet merah Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) ke-29, Selasa (25/10/2016). (2016 TIFF)
Tokyo (ANTARA News) - Sutradara Indonesia di antaranya Riri Riza dan Nia Dinata, bersama sederetan aktris dan aktor Tanah Air berjalan di karpet merah Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) ke-29 di ibukota Jepang, Selasa sore waktu setempat.

Tahun ini menjadi momen spesial bagi Indonesia di TIFF, dengan 11 filmnya yang terpilih untuk mengisi program Crosscut Asia #03: Colorful Indonesia dan satu film untuk program Asian Future.

Penampilan wakil Indonesia di karpet merah TIFF, diawali dengan kehadiran Nia Dinata bersama para pemain "Three Sassy Sisters" yakni Shanty Paredes, Tara Basro, dan Tatyana Akman, serta Melissa Karim selaku co-producer dan Sadikin Aksa yang merupakan produser eksekutif film tersebut.

"Three Sassy Sister" atau yang lebih dikenal dengan "Ini Kisah Tiga Dara" terpilih untuk tayang di Crosscut Asia, bersama dengan 10 film lainnya.

Tidak berselang lama dari Nia, aktor kenamaan Nicholas Saputra melangkahkan kaki seorang diri di karpet merah. Nicholas hadir untuk mewakili film yang dibintanginya "Someone's Wife in The Boat of Someone's Husband" yang juga tayang di program yang sama.

Menurut Nicholas, ia mengapresiasi Crosscut Asia yang menjadikan film Indonesia sebagai fokusnya tahun ini.

"Sudah lama juga film-film Indonesia itu tidak diputar dalam jumlah banyak di Tokyo, sudah saatnya sih," katanya.

Selain Nicholas, sutradara "Fiction" Mouly Surya pun datang seorang diri. "Fiction" juga menjadi film yang terpilih untuk tayang di program khusus tersebut.

Selanjutnya, wakil Indonesia yang turut berjalan di karpet merah TIFF adalah sutradara film "Salawaku" Pritagita Arianegara bersama aktris Karina Salim. Turut hadir bersama mereka para produser eksekutif, produser, dan co-producer film tersebut.

"Salawaku", yang telah meraih Piala Dewantara di ajang Apresiasi Film Indonesia, akan bersaing dengan sejumlah film lainnya di TIFF ke-29 untuk memenangkan penghargaan Best Asian Future Award.

Sementara itu, kehadiran sutradara Riri Riza bersama pemain "Emma'" atau yang dikenal dengan "Athirah" yakni Cut Mini dan Jajang C. Noer, beserta Imelda Jusuf Kalla selalu co-producer eksekutif, menjadi penutup "gelombang" Indonesia di karpet merah TIFF.


ANTARA News/Heppy Ratna


Dalam kesempatan itu, Riri bersama para pemain menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya film "Athirah" untuk tayang di TIFF.

"Ini yang pasti, sangat penting dan sangat berharga buat kita, sebuah kesempatan untuk kembali ke Jepang, kembali ke Tokyo International Film Festival, untuk sebuah film yang kami sangat banggakan, kami sangat, kami anggap istimewa 'Athirah'," katanya.

Festival Film Internasional Tokyo ke-29 digelar mulai 25 Oktober hingga 3 November, bertempat di kompleks Roppongi Hills. Sekitar 200 judul film dari penjuru dunia tayang di TIFF yang merupakan salah satu ajang festival film terbesar di Asia.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar Pembaca
Baca Juga