Minggu, 20 Agustus 2017

Laos akui kualitas sekolah penerbangan Indonesia

| 5.732 Views
Laos akui kualitas sekolah penerbangan Indonesia
Ilustrasi - Sekolah penerbangan (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Laos melalui Dirjen Penerbangan Sipil Vanpheng Chantaphone memberikan "Certificate of Approved Training Organization" kepada Sekolah Penerbangan Sipil PT Mitra Aviasi Perkasa sebagai bentuk pengakuan atas negara tersebut atas kualitas sekolah penerbangan di Tanah Air.

Menurut siara pers Kedutaan Besar RI di Vientiane, Laos yang diterima Antara, Selasa, penghargaan dari pemerintah Laos tersebut diberikan setelah tim dari Kementerian Penerbangan Sipil Laos melakukan inspeksi fasilitas PT Mitra Asia Perkasa di Jakarta pada 7-9 Desember lalu.

"Penghargaan ini tidak hanya menegaskan kepuasan pemerintah Laos kepada Indonesia dalam bidang aviasi tetapi juga memperlihatkan kualitas sekolah penerbangan di Indonesia yang progresif di tengah tengah pertumbuhan penerbangan domestik yang diperkirakan mencapai 15 persen pada 2016," kata Dubes Indonesia untuk Laos Irmawan Emir Wisnandar di Vientiane.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh CEO Sekolah Penerbangan Sipil PT Mitra Aviasi Perkasa Septo Sudiro.

Seperti halnya Irmawan, Septo juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Laos dan menambahkan bahwa penghargaan tersebut sebagai penegasan atas kualitas dan profesionalisme sekolah pilot yang dia pimpin.

Keberhasilan itu, menurut Septo, juga tidak lepas dari fasilitasi yang diupayakan oleh pihak KBRI di Vientiane.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) pada 2015 mencatat sebanyak 82,4 juta penumpang yang menggunakan layanan jasa pesawat.

Pertumbuhan penumpang ini diprediksi oleh International Air Transport Association (IATA) akan mencapai 270 juta penumpang pada 2034 dan menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar keenam di dunia dalam jasa penerbangan penumpang.

Memanfaatkan momentum ini, Dubes Emir menambahkan Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama penerbangan serta berbagi pengalaman dengan pemerintah Laos.

Penguatan hubungan aviasi kedua negara terlihat dari rencana kunjungan balasan PT Dirgantara Indonesia ke Laos setelah kunjungan Dirjen Penerbangan Sipil ke PT Dirgantara Indonesia di sela-sela kunjungannya ke Indonesia 7-9 Desember 2016 lalu.

Sementara itu, Vanpheng Chantaphone menyatakan Pemerintah Laos sadar bahwa peningkatan sumber daya manusia menjadi kunci untuk meningkatkan sektor penerbangan di Laos.

Atas dasar kondisi tersebut, sangat terbuka peluang kerja sama antara Kementrian Penerbangan Sipil Laos dengan PT Mitra Aviasi Perkasa untuk mendidik calon pilot negara tersebut.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga